Minggu, 30 September 2012

Sistem Informasi Psikologi

Nama : Tuti Setiyawati
Kelas  : 4PA01
NPM  : 11509445


Sistem informasi psikologi ( tugas ke-1 )

            Disini saya akan membahas tentang pengertian dari sistem informasi psikologi (SIP). Sebelum saya menjelaskan tentang SIP itu sendiri, saya akan menjelaskan satu persatu definisi dari sistem, informasi dan psikologi dari berbagai tokoh.

1. Pengertian Informasi

·         Menurut Chr. Jimmy. L.Gaol (2008) informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
·         Sedangkan menurut Laudon (dalam Gaol, 2008) informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
·         Menurut Zulkifli Amsyah (2005) informasi adalah data yang sudah diolah ke dalam bentuk tertentu sesuai dengan keperluan pemakaian informasi tersebut.
·         Menurut Wiryanto (2004) informasi adalah hasil dari proses intelektual seseorang.
·         Menurut Hendi Haryadi (2009) informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang dihgunakan untuk pengambilan keputusan.
·         Menurut Raymond Mcleod (dalam Haryadi, 2009) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan pada saat ini atau pada masa yang akan datang.
·         Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
            Dari beberapa definisi informasi menurut berbagai tokoh yang telah saya jelaskan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah data yang telah diolah yang memiliki arti bagi penerima dan dapat bermanfaat untuk manusia.

2. Pengertian Sistem

·         Menurut Eriyanto (2004) sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
·         Menurut Hanif Al Fatta (2007) sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
·         Menurut Samiaji Sarosa (2009) sistem adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya.
·         Menurut Ida Nuraida (2008) sistem adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu.
·         Menurut Aim Abdulkarim (2008) sistem adalah keseluruhan dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional, baik antara bagian-bagian maupun hubungan struktural sehingga hubungan tersebut menimbulkan suatu kebergantungan.
·         Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu unit macet/terganggu, unit lainnya pun akan terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.
Dari pejelasan yang telah saya uraikan diatas maka dapat ditarik kesimpulan, sistem adalah suatu kumpulan atau kesatuan unit yang memiliki hubungan satu dengan yang lainnya, sehingga hubungan tersebut mencapai tujuan tertentu.

3. Pengertian Psikologi

·         Menurut Widjono (2007) psikologi berasal dari kata psyche berarti jiwa, dan logos berarti ilmu, psikologi ialah ilmu jiwa.
·         Menurut Carole Wade & Carol Tavris (2007) psikologi dapat didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
·         Menurut Arief Budiman (2006) psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, khususnya dari segi kejiwaannya.
·         Menurut Nasarudin Latif (1996) Psikologi ialah ilmu yang membahas keadaan jiwa dan gerak kegiatan (aktivitas) serta karya jiwa manusia.
·         Menurut Dali Gulö (1982) dalam kamus psikologinya, psikologi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
·         Menurut Sri Patma Sukartini & M. Imam Faisal Baihaqi (2007) psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
·         Menurut Heru Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan juga emosional.
Hasil uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses-proses mentalnya.

4. Sistem Informasi Psikologi.

            Sebelum saya menjelaskan pengertian sistem informasi psikologi, saya akan menjelaskan pengertian sistem informasi dan sistem informasi psikologi dari beberapa tokoh.
·         Menurut Kusrini & Andri kaniyo (2007) sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputusan.
·         Menurut Irene Joos, dkk (2009) sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/proses/output.
·         Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.
            Berdasarkan penjelasan diatas dapat diartikan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang terdapat atau berisikan informasi-informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Contohnya yaitu pada tes psikologi yang saat ini dapat menggunakan komputer dan tidah selalu manual.
            Demikian pejelasan yang telah saya uraikan mengenai sistem, informasi, psikologi dan sistem informasi psikologi dari berbagai tokoh. Semoga bermanfaat.... (^.^)

Referensi :

Abdulkarim, A. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Grafindo Media Pratama. (Google Book)
Amsyah, Z. (2005). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. (Google Book)
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.
Budiman, A. (2006). Kebebasan, Negara Pembangunan. Jakarta: Alvabet. (Google Book)
Eriyanto. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor: Grasindo. (Google Book)
Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
Gulö, D. (1982). Kamus Psychologi. Universitas Michigan: Tonis.
Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media. (Google Book)
Joos, I. Dkk. (2009). Belajar Cepat Komputer: Panduan untuk Profesi Kesehatan (ed.3). Jakarta: EGC. (Google Book)
Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi. (Google Book)
Latif, N. (1996). Biografi dan Pemikiran. Jakarta: Gema Insani Press. (Google Book)
Marimin dkk. (2006). Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: Grasindo. (Google Book)
Nuraida, I. (2008). Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius. (Google Book)
Sarosa, S. (2009).  Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
Sukartini, S.P. & Baihaqi, M.I.F. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan : Teori Psikologi Pendidikan. Jakarta: IMTIMA. (Google Book)
Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi (ed.9). Jakarta: Erlangga. (Google Book)
Widjono. (2007). Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo. (Google Book)
Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo. (Google Book)

Selasa, 24 April 2012

Tugas Softskill Psikoterapi


NAMA       : Tuti Setiyawati
KELAS       : 3PA01
NPM           : 11509445


Film yang saya sukai adalah...

            Sebenarnya secara jujur saya bukanlah pecinta menonton film. Tetapi, walaupun tidak begitu suka menonton film bukan berarti saya tidak pernah menonton film. Disini saya akan menceritakan tentang film yang membuat saya tertarik untuk menontonnya. Salah satunya adalah film Lie to Me, tetapi film Lie to Me yang saya suka adalah yang di produksi di Amerika, bukan yang berasal dari Korea. Film ini tersidi atas 3 bagian/ part, yang di dalam setiap bagian tersebut terdiri dari beberapa episode dan setiap episode ini memiliki jalan cerita yang berbeda-beda atau tidak ada keterkaitan antara episode yang satu dengan yang lainnya.
            Yang membuat saya tertarik menonton film tersebut karena di film tersebut menceritakan tentang micro expression atau ekspresi kecil yang pasti muncul pada setiap individu, dalam film ini juga secara langsung memperlihatkan tentang ciri-ciri orang yang melakukan kebohongan dan juga karena film ini mengandung unsur psikologi.
            Walaupun Lie to Me bukanlah termasuk film komedi, film tersebut tidak terlalu serius dan terkadang di selingi humor sedikit tetapi dalam satu episode lain bisa sangat serius bahkan menegangkan. Film Lie to Me menceritakan tentang suatu perusahan yang bergerak di bidang penyelidikan. Tokoh utama dalam film ini adalah Carl Ligtman dengan di bantu oleh beberapa karyawan kepercayaan dia.
Potongan cerita Lie to Me:
            Pada episode awal sesi 1, ada suatu adegan ketika Lightman sedang membeli Hotdog, kemudian Lightman menanyakan kepada penjual hotdog tersebut apakah dia sudah mencuci tangannya ketika menjuali hotdognya, penjual hotdog tersebut berkata sudah tetapi tangannya memegang lehernya yang itu dapat di artikan bahwa dia berbohong.
            Setiap Lightman akan menanyakan kepada seseorang tentang sesuatu atau mengintrogasinya, dia akan melihat matanya secara tajam dan melihat seluruug gerak-gerik tubuh orang yang di amatinya dengan sangat mendetail. Seakan-akan dia tidak mau ada gerakan yang terlewat dari pandangannya untuk mengetahui semua kebenarannya. Tetapi karena kemampuannya itu dalam film ini, hubungan rumah tangga Lightman berantakan karena dia jadi tidak percaya kepada istri dan anaknya.

Selasa, 03 April 2012

Tugas Softskill Psikoterapi

Nama : Tuti Setiyawati
Kelas : 3PA01
NPM : 11509445

Apa yang kalian ketahui tentang Psikoterapi yang menggunakan teknik Psikoanalisis ?

Sebelum saya membahas tentang psikoterapi menggunakan teknik psikoanalisis, saya akan membahas terlebih dahulu tentang psikoanalisa.
Tokoh yang paling terkenal dari teori Psikoanalisa adalah Sigmund Freud. Sigmund Freud lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Morovia dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Sebagian besar hidup Freud diabdikan untuk memformulasikan dan mengembangkan teori psikoanalisisnya. Sigmund Freud juga dikenal sebagai tokoh yang kreatif dan produktif.
Secara umum konsep utama dari teori psikoanalisis adalah :
1. Setiap anak memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam rangka perkembangan kepribadiannya secara sehat. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan kasih sayang, rasa aman, rasa memiliki, dan perasaan sukses.
2. Perasaan merupakan aspek yang mendasar dan penting dalam kehidupan dan perilaku anak.
3. Masing-masing anak berkembang melalui beberapa tahapan perkembangan emosional. Pengalaman traumatik dan deprivasi dapat berpengaruh terhadap munculnya gangguan kepribadian.
4. Kualitas hubungan emosional anak dengan keluarga dan orang lain yang signifikan dalam kehidupannya merupakan faktor yang sangat krusial.
5. Kecemasan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dan konflik-konflik dalam diri anak merupakan faktor penentu penting terhadap munculnya gangguan tingkah laku.
Dalam pandangan Freud, sebagian besar perilaku manusia didorong atau di tentukan oleh kekuatan atau kebutuhan-kebutuhan yang tidak disadari, yaitu pengalaman –pengalaman atau trauma masa kecil yang terdesak, tertekan, terpendam, atau terkubur dalam ketidaksadarannya, karena apabila muncul dalam kesadarannya akan menimbulkan kecemasan yang tidak tertahankan. Kecemasan yaitu suatu keadaan tegang atau takut yang mendalam sebagai hasil bermunculannya pengalaman-pengalaman yang terdesak. Kecemasan berkembang dari konflik antara sistem id, ego, dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada.
Teknik dasar Terapi Psikoanalisis
1.      Asosiasi bebas
Asosiasi bebas adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu & pelepasan emosi-emoi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatik di masa lalu.
2.      Penafsiran
Penafsiran adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi
bentuknya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna tingkah laku.
3.      Analisis Mimpi
Analisis mimpi merupakan suatu prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tak terselesaikan
4.      Analisis dan Penafsiran Resistensi
Analisis dan penafsiran resistensi ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yang ada dibalik resistensi sehinga dia bisa menanganinya.
5.      Analisis & Penafsiran Transferensi
Analisis & penafsiran transferensi adalah teknik utama dalam Psikoanalisis karena mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi.
Dari penjelasan saya diatas, ada beberapa teknik dasar terapi berasarkan psikoanalisa, maka dari itu setiap klien pasti memiliki masalah yang berbeda-beda, jadi penanganannya pun berbeda-beda sesuai tingkat kesulitan, usia, dan yang pasti harus sesuai dengan klien tersebut.
 Terapi dihentikan atau dianggap selesai saat klien mengerti akan kenyataan yang sesungguhnya, alasan mengapa mereka melakukan perilaku abnormal, dan menyadari bahwa perilaku tersebut tidak seharusnya mereka lakukan, lalu mereka sadar untuk menghentikan perilaku itu.
Demikianlah pembahasan dari saya mengenai Psikoterapi menggunakan teknik Psikoanalisis semoga dapat bermanfaat.. Amiinn J
Referensi :
-  indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21332/TERAPI+PSIKOANALISIS.doc
-  modul Psikologi Konseling by : Diana Rohayati

Jumat, 16 Maret 2012

Tugas Softskill Psikometri

Nama : Tuti Setiyawati
Kelas : 3PA01
NPM : 11509445


Apa itu Psikometri ?

             Psikometri diambil dari bahasa yunani; yunani= psukhe "spirit", soul= metron "measure” adalah sebuah bentuk dari ekstra sensori persepsi, yang dalam fisika dikatakan untuk bisa mendapatkan informasi mengenai individu melalui paranormal. Dapat diartikan dengan membuat kontak fisik dengan sebuah objek yang dimiliki oleh mereka. Dalam beberapa tahun, pengertian ini telah didekonstruksi untuk menyokong "tanda baca dari objek" untuk menghindari kebingungan laten dari konsep psikometri.
                Pengertian psikometri menurut Joseph Rodes Buchanan pada tahun 1842 "masa lalu dikubur  pada masa ini, dunia punya monumen yang dipertahankan; dan itulah yang paling jujur dari bentuk fisiknya seperti kebenaran dari perjalanan mentalnya. penemuan dari psikometri akan memudahkan kita untuk menelusuri sejarah dari manusia, sebagaimana para geologi memudahkan kita untuk menelusuri sejarah bumi. disana terdapat fosil mental untuk para psikolog sebagaimana fosil mineral bagi para geologis; dan saya percaya bahwa setelah ini psikolog dan geologis akan saling membantu, untuk memetakan bumi, binatang dan tumbuhannya, sementara pemetaan yang lain tentang manusia yang telah menjelajahi permukaan dalam bayang-bayang, dan kegelapan dari suku barbar primitif. setuju, bahwa teleskop mental sekarang telah ditemukan dan memungkinkan melihat masa lalu dan membawa kita dalam penglihatan penuh tentang perjalan besar dan tragis dari sejarah.
Konsep dari psikometri adalah tema populer pada kancah aksi dan Seance; dengan beberapa peserta atau sampel yang ditanyai untuk mendapatkan sebuah objek personal yang dapat "dibaca" dengan media atau fisik. ini digunakan sebagai titik tolak bagi Johnny Smith dalam Stephen King's 1979 di novelnya yang berjudul The Dead Zone.
Psikometri merupakan bagian dari psikologi yang mengkhususkan diri dalam menangani masalah pengukuran aspek-aspek psikologis. Psikometri berupaya membuat alat ukur yang bisa dipercaya berlandaskan prinsip-prinsip psikometri (validitas, reliabilitas, tidak bias, dan standarisasi). Karena cakupan pengukuran psikometri sangat luas meliputi semua aspek  psikologis. Di luar negeri terutama USA dan UK, sejak tahun 1980an perusahaan bisnis besar memiliki tes psikometri mereka sendiri. Mereka mengembangkan tes tersebut dengan bantuan ahli-ahli psikometri sesuai dengan kebutuhan perusahaan mereka. Karena itu dengan memiliki alat ukur sendiri yang sesuai kebutuhan perusahaan, dipastikan orang yang masuk ke perusahaan tersebut telah benar-benar diseleksi berdasarkan kebutuhan dan keinginan perusahaan.
Tipe Tes Psikometri
Tes Psikometri dibagi menjadi tiga tipe:
1. Achievement test: tes ini mengukur tingkat kemampuan kita dalam berhitung, melakukan penalaran, logika verbal, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kognitif. Dalam rekrutmen tes ini berbentuk multiple choice, dengan pilihan hanya ada satu jawaban benar.
2. Aptitude test: ini merupakan tes yang mengukur potensi seseorang, termasuk dalam hal inia dalah kemampuan mengatasi masalah, pengambilan keputusan, berpikir cepat, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan potensi.
3. Personality questionnaire/personality inventory: ini adalah tes yang mengukur kepribadian seseorang. Dalam tes ini dilihat kesesuaian kepribadian kandidat yang bersangkutan dengan persyaratan yang diinginkan perusahaan. Kuesioner kepribadian tidak ada jawaban benar salah. Jawaban yang baik, adalah jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda.


Tugas Softskill Psikoterapi

Nama : Tuti Setiyawati
Kelas  : 3PA01
NPM  : 11509445
Impian diriku adalah....
            Setiap orang pasti mempunyai impian baik impian yang di ketahui oleh orang, impian terpendam, hanya satu, sedikit, ataupun banyak impian dalam dirinya.. disini saya akan mencerikan impian saya dari kecil hingga impian saya sampai sekarang.
            Berawal ketika saya kecil, tepatnya ketika saya sekolah dasar. Waktu itu impian/cita-cita saya adalah ingin menjadi dokter, karena menurut saya waktu itu dokter adalah seseorang yang hebat, karena dia bisa menyembuhkan dan menolong orang-orang yang sakit. Dan juga orang tua saya sangat berharap agar anaknya suatu saat nanti bisa ada yang menjadi dokter hebat. Dan ketika kelas 3 SD, ada pemilihan dokter kecil, nah disitu saya mendaftar, tapi saya sedih sekali ternyata saya gak terpilih jadi dokter kecil.
            Ketika saya kelas 5 sekolah dasar, guru saya menanyakan kepada anak-anak yang ada di kelas satu persatu mau menjadi apa kalian nantinya, dan saya langsung menjawab “saya mau jadi koki masak pak !!” waktu itu saya spontan menjawab itu karena menurut saya kalo jadi koki itu enak, oalnya bisa makan makanan yang enak-enak dan itu semua hasil buatan kita sendiri, dan disisi lain karena sudah banyak sekali teman-teman yang lain menjawab mau jadi dokter, jadi saya gak mau ikut-ikutan.. hehehe.. J
            Kemudian lanjut lagi pas saya SMP, impian saya waktu SMP tetep ingin menjadi dokter, karena dokter adalah pekerjaan yang mulia dan bisa menolong orang lain. Makanya waktu itu saya aktif mengikuti ekstra kurikuler PMR(palang merah remaja). Dan saya mendapat jabatan sebagai diklat.
            Saat SMA impian saya bercabang, dan saya ingin sekali menjadi pengusaha sukses dengan berwiraswasta seperti orang tua saya. Karena saat itu saya sudah bisa melihat kemajuan orang tua saya dari tahun ketahun secara finansial hanya dengan berdagang sembako di pasar daerah Jakarta Selatan. Dan bukan orang tua saya saja yang berwiraswasta, tetapi hampir seluruh keluarga besar saya menggantungkan kehidupannya dari berdagang, mungkin itulah yang membuat saya berfikir utuk berwiraswasta seperti keluarga saya.
            Tapi impian saya utuk menjadi dokter tidak saya buang/lupakan begitu saja, karena karena saya sudah begitu senang dalam bidang kesuhatan dan saya ingin sekali menjadi orang yang berguna dan dapat menolong orang lain. Saya juga selalu ingat harapan orang tua saya yang ingin ada salah satu dari anaknya yang menjadi dokter. Itu dapat terlihat ketika SMA pun saya masih aktif dalam ekstra kurikuler PMR, pada saat saya kelas 1 SMA di ekskul tersebut saya memegang jabatan sebagai bendahara, dan ketika kelas 2 SMA saya diangkat menjadi Ketua PMR. Saya juga ikut beberapa kali perlombaan PMR antar sekolah, dan saya pernah menjadi juara ke-1.
            Tetapi harapan saya pupus sudah untuk menjadi seorang dokter, karena saat naik kelas 2 SMA dan sudah mulai penjurusan, saya harus berlapang dada menerima kenyataan bahwa saya harus masuk jurusan IPS. Dalam hati saya, saya tidak boleh putus asa, dan ini mungkin jalan terbaik yang ALLAH SWT berikan kepada saya. Akhirnya ketika saya masuk IPS itulah saya berpikir untuk kuliah di jurusan psikologi, karena waktu dulu sebagai orang awam, saya menganggap psikolog itu gak beda jauh sama dokter, dan kalau mau jurusan psikologi, anak jurusan IPS diperbolehkan.
            Tapi ketika kuliah dan seiring berjalannya waktu, ternyata saya semakin mencintai pekerjaan berwiraswasta, dan sampai saat ini impian saya yaitu ingin menjadi seorang pengusaha sukses di bidang perdagangan. Dan saya ingin sekali membuka pusat pebelanjaan yang sangat besar.

Langkah yang Sudah Saya Lakukan yaitu:
1. Saya sering membantu orang tua saya menjaga toko, entah ketika pulang kuliah atau pun ketika libur kuliah.
2. Dengan uang tabungan saya sendiri, saya pernah mencoba berbagai macam barang jualan, seperti menjual jam tangan, pernak-pernik/ aksesoris, dan juga pernah berjualan makanan ringan.